BELAJAR MEMAHAMI & MEMAHAMKAN
"MEMAHAMI sesuatu memang sulit, tapi lebih sulit memahamkan orang lain". itulah ungkapan kang Bisri Si pemilik kantin Pondok kala melihat diriku membawa buku bacaan. Sekilas komentar itu tidak berbobot karena muncul dari seorang penjaga warung yang konon tidak lulus SLTA. Namun, kalau kita rela untuk merenungkan lebih dalam, maka betapa ungkapan itu tidak hanya sekadar komentar, tetapi cukup menohok bagi siapapun yang konon rajin baca buku, rajin menghafal sesuatu, dan para kutu buku. berapa banyak orang telah menghabsikan banyak buku, namun sekadar menyampaikan substansi teks dalam satu halaman saja masih kesulitan. kita hanya pandai hafal ini dan itu, tapi tetap saja kesulitan untuk memahamkan pada orang lain.
kenapa demikian? karena kita hanya mampu membaca teks secara fisik, belum sampai mengenali pesan dibalik teks. sejatinya memahami sesuatu akan membutuhkan kerelaan untuk "menyapa" siapa yang menorehkan teks itu, membaca sambil mendialogkan seakan-akan merasakan kehadiran pemilik teks adalah kuncinya. kenapa banyak orang yang hafal kitab suci tetapi perilakunya tidak mencerminkan sama sekali ajakan teks suci itu sendiri? Ya, mereka hanya sekadar membaca teks fisik, belum mampu menyelami makna dibalik teks. jika kita tersenyum saat membaca kitab suci karena ada kabar gembira buat kita; kitapun tak mampu menahan tetesan air mata kala isi kitab suci mengabarkan ancamaan siksa, dan lain sebagainya adalah sebuah tanda bahwa kita telah berhasil berdialog dengan pemilik teks. Ajaklah pikiran dan hatimu untuk ikut membaca dan memahami sesuatu agar makna substantif bisa berkelindang pada jiwa untuk menemukan hikmah yang luar biasa. Semoga kita bisa, Amin.
Jumat, 06 Mei 2016
Langganan:
Komentar (Atom)

