KESABARAN ADALAH LAUTAN
Tidak sedikit dari kita menyatakan bahwa kesabaran itu ada batasnya. Tidak jarang kita mengatakan “kesabaranku sudah habis”. Nilai kesabaran yg dimiliki oleh masing-masing orang jelas selalu berbeda. Perbedaan itu lebih pada suasana batin dan kondisi kejiwaan seseorang.
Kesabaran adalah kemulyaan
Kesabaran adalah jangkar kehidupan
Kesabaran adalah lumbung kebahagiaan
Kesabaran pula menjadikan hati menjadi tentram
Kenapa sebagian kawan kita, tetangga kita atau bahkan kita sendiri merasa tersinggung, mudah marah saat seorang kawan atau orang lain mengejeknya, kenapa itu bisa terjadi? Kenapa kita mudah kecewa, putus asa dan frustasi saat sesuatu yang kita miliki lenyap atau hilang entah kemana. Saya pikir banyak hal lagi yang menjadikan terlalu difensif dan berlebihan mengurung diri dari caci maki, olok-olok yang kadang itu hanya berniat gurauan.
Ada dua hal yang mesti kita bedakan cara memandang dan menyimpulkan karakter seseorang, pertama, ada dari seseorang itu memiliki sifat penyabar dan sisi lain, yang kedua, adalah pemarah dan mudah tersinggung atau merasa kehilangan gairah hidup gara-gara ditinggal kekasih tercinta.
Bagi mayoritas orang, telalu ribet dan tidak menyenangkan punya teman yang berkarakter mudah tersinggung, pemarah dan selalu menarik diri manakala tidak kuat dengan ”gojlokan” orang lain. Itu semua disebabkan hatinya adalah ibarat menampung hanya AIR SATU BASKOM. Karena hanya satu baskom, maka jika hanya diludahi oleh seorang saja, diyakini akan menjadi keruh. Orang yang menampung hanya air satu baskom dalam hatinya pasti mudah keruh, tersinggung, pemarah dan pendendam.
Namun seseorang yang menampung air lautan dalam hatinya, pasti orangnya tenang, tidak gusar, tidak tersinggungan, tidak pemarah dan tidak pula pendendam. AIR LAUT tidak akan keruh sekalipun dikencingi seribu orang, apalagi hanya sekadar diludahi.
KESABARAN ibarat menampung AIR LAUT dalam hati yang mengakibatkan perasaan kita menjadi lapang, kita akan menikmati segala apa yang terjadi dalam hidup ini. Kelapangan dan keleluasaan air lautan menjadi petuah dan mendikte hidup ini menjadikan segalanya akan terasa lebih positif, dan kepositifan itu menjadikan hidup ini selalu terasa tentram jiwa, tenang hati dan sehat raga.
Kegagalan adalah tangga untuk menuju kesuksesan
Kekecewaan adalah jamu pahit yang jika ditelan akan menyehatkan
Kemarahan adalah alat pacu yang jika dimenejemen akan menjadi kemenangan.
Dan KESABARAN adalah tebaran aroma harum yang menyengat hidung dan menyegarkan dalam setiap pergaulan. Kesabaran tidak mengenal kondisi dan situasi, kesabaran tidak mengenal batas dan tidak pula terhenti. Ia akan terus melaju dan menghiasi ranah kehidupan manusia bumi dan skaligus akan mengukirnya dalam titian ilahiy. Segala yang menurut banyak orang sebagai musibah dan cobaan akan di hadapi dengan senang hati. Musibah ibarat pil pahit yang harus ditelan agar penyakit cepat hilang dan cobaan bak jatuh-bangun si kecil kala belajar berjalan. Musibah dan cobaan tidak lain mengunduh pengalaman dari satu peristiwa yang kurang mengenakan menuju lahan ”padang” yang lapang dan melegakan dengan selalu di airi oleh kesabaran. Kesabaran menjadi pintu masuk bagi setiap sikap yang harus pertama ditonjolkan karena sejatinya dia adalah LAUTAN.
أَلصَّبْرُ عِنْدَ صَدَامَةِ اْلاُولَى
”Kesabaran adalah disaat pertama kali kena musibah”. Kata Nabi. Bersabarlah tanpa menunggu hati dan perasaan kita lelah. Bersabarlah tanpa harus menunggu nasehat para petuah, dan bersabarlah tanpa harus menanti musibah dan cobaan-cobaan berikutnya. Barang siapa yang benar-benar bersabar, tidak lain dan dipastikan dialah sejatinya ”teman” dan kekasih Allah yang sebenarnya.
اِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ “sesungguhnya Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar”. Sikap sabar itulah sejatinya ruang yang hanya tidak mampu diisi oleh apapun dan siapapun, kecuali Dia, Allah swt. Belajarlah untuk selalu menyediakan ruang hanya untuk-Nya. Bukankah Allah telah menasehati hambanya untuk menjadikan kesabaran sebagai penolong atas kehidupan kita.
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',” (QS. Al-baqarah: 45)
Walhasil, kesabaran memang sulit, kesabaran memang berat, namun seberat dan sesulit apa dan bagaimanapun, yang jelas, kesabaran butuh kebesaran jiwa untuk menampung segala caci maki, cemoohan dan “derita”
Telanlah semua, biarpun pahit namun itu semua akan menjadi obat atas “sakit” yang barangkali kau sendiri tak menyadari atas deritanya. Jadikan itu semua ibarat jamu atau pil pahit yang akan menyembuhkan penyakit batin dalam hidupmu dan akan menjadi penuh bahagia diwaktu entah kapan datangnya. Tapi kehadirannya pasti kan bersua pula.PERCAYALAH…..
HIDUP ADALAH BELAJAR UNTUK BERSABAR.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar